Proposal Metodologi Penelitian

BAB  I

I a.       LATAR BELAKANG

Kesuksesan tim kerja dari setiap perusahaan tergantung kepada kesuksesan sumber-sumber daya manajemen dalam menjalani suatu proyek , terutama seorang manajer proyek sebagai pemimpin atau moderator  dalam pelaksanaan sebuah proyek yang sedang ditempuh oleh perusahaan. Peran seorang manajer proyek sangat penting dalam  mensukseskan suatu tim kerja, sebagai orang yang memberikan motivasi kepada anggota atau staf tim kerjanya  ,manajer  proyek  akan selalu mencari cara bagaimana cara memotivasi anggota/staf dalam tim kerja.

(PMI- Project Manager Institute, 2004) menekankan bahwa keahlian komunikasi seorang  proyek manajer  yang dibutuhkan untuk memotivasi tim kerja adalah suatu aset penting bagi seorang manajer proyek. Apakah tim kerja sudah termotivasi untuk mencapai target proyek. Ide dari memotivasi tim kerja dalam sebuah proyek dapat menjadi suatu hal yang umum ,  tetapi dapat berbeda bagi seorang manajer proyek , karena tidak mudah bagi seorang manajer proyek untuk  mengerti , sebab persepsi dan definisi dari motivasi dapat berbeda-beda bagi setiap orang.

Kemampuan seorang manajer proyek untuk bekerja dengan sebuah tim kerja dan meraih target sebuah proyek adalah suatu hal yang  penting untuk menyukseskan organisasi. Kesuksesan sebuah proyek manajemen lebih dari sekedar bekerja dengan umum , karena membutuhkan  sebuah tim kerja yang solid termasuk proyek manajer dan anggota tim kerjanya. Sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan bagi seorang proyek manajer pada saat memoderatori suatu tim kerja ,sebagai contoh ,“bagaimana saya memotivasi tim kerja ini?”. Menariknya pertanyaan yang timbul dipikiran seorang proyek manajer tersebut dapat menjadi langkah awal yang kurang tepat. Karena berdasarkan studi yang telah  mensurvei ratusan ribu karyawan dalam puluhan organisasi menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut dapat menurunkan  produktifitas (Sirota, Mischkind & Meltzer , 2005). Berdasarkan  hasil studi tersebut, kebanyakan orang masuk kedalam  sebuah organisasi baru dan bekerja dengan antusias mencari tantangan ,  daripada merasa bangga memberikan kontribusi kepada perusahaan tetapi menjalankan pekerjaan yang membosankan.

I b.       RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasikan Bahwa terdapat dua variable yang dapat dapat ditarik menjadi sebuah pertanyaan yang dapat diuji yaitu, sebagai berikut :

“Apakah ada hubungan  antara kinerja manajer proyek  dengan  kesuksesan/kinerja  tim kerja ?”.

I c.       TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis sejalan dengan masalah yang telah dirumuskan dan berdasarkan latar belakang yang tertera tersebut di atas, yaitu :

-          Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kinerja seorang proyek manajer dengan kesuksesan/kinerja tim kerja.

I d.      MANFAAT PENELITIAN

a. Bagi Penulis

Menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kegiatan-kegiatan kerja sebuah tim kerja yang tidak lepas dari peranan seorang manajer proyek. Apakah dan seberapa besar pengaruh kinerja seorang manajer dengan kesuksesan sebuah tim kerja. Dan juga sejauh mana ketergantungan kinerja sebuah tim kerja dengan kinerja manajer yang memimpin tim kerja tersebut. Serta sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi agar meraih gelar Strata 1 (S1) di Universitas Trisakti Fakultas Manajemen.

b. Bagi perusahaan / organisasi

Memberikan masukan-masukan pada perusahaan yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah dalam meningkatkan kinerja sebuah tim kerja dan meningkatkan kinerja manajer proyek. Hasil penelitian dapat digunakan oleh Manajer Sumber daya Manusia sebuah perusahaan atau organisasi untuk mengambil keputusan-keputusan manajerial yang mencakup korelasi / hubungan antara kinerja proyek manajer dengan kesuksesan/kinerja tim kerja.

c. Bagi lembaga dan Masyarakat

Hasil dari penelitian dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai calon peneliti atau para peneliti lain sebagai bahan acuan dan menambah bahan bacaan dari penelitian yang akan mereka teliti.

BAB II

II a.      TINJAUAN PUSTAKA

Referensi Kinerja Proyek Manajer

  1. Jonathan C Lee; David McCalman. Sep 2008, Japanese Management Approaches: The Fit for Project Management ; International Journal of Management ; 25, 3; ABI/INFORM Global pg. 584.
  2. Kenneth H Rose. Mar 2008, Construction Extension to the PMBOK® Guide-Third Edition ; Project Management Journal ; 39, 1; ABI/INFORM Global pg. 98.
  3. Shlomo Globerson; Ofer Zwikael. Sep 2002, The impact of the project manager on project management planning processes ; Project Management Journal ; 33, 3; ABI/INFORM Global pg. 58.
  4. Mark T Chen. Mar 1997, The modern project manager ; Cost Engineering ; 39, 3; ABI/INFORM Global pg. 27.
  5. Cash, Charles H.; Fox, Robert, II. Sep 1992 , Elements of Successful Project Management ;  Journal of Systems Management ; 43, 9; ABI/INFORM Global pg. 10.

Referensi Kesuksesan/Kinerja Tim Keja

  1. Yuan-Duen Lee; Huan-Ming Chang. Dec 2008, Relations between Team Work and Innovation in Organizations and the Job Satisfaction of Employees ; International Journal of Management ; 25, 4; ABI/INFORM Global pg. 732.
  2. William I Norton; Lyle Sussman. 2009, Team Charters: Theoretical Foundations and Practical Implications for Quality and Performance ; The Quality Management Journal ; 16, 1; ABI/INFORM Global pg. 7.
  3. Anthony R Montebello. Summer 2003, When Teams Work Best Personnel Psychology ; 56, 2; ABI/INFORM Global

pg. 514.

  1. Susan Adams; Leda Kydoniefs. Jan 2000, Making teams work Quality Progress ; 33, 1; ABI/INFORM Global pg. 43.
  2. Hans Doorewaard; Geert Van Hootegem; Rik Huys. 2002, Team responsibility structure and team performance ; Personnel Review ; 31, 3; ABI/INFORM Global pg. 356

II b.     RERANGKA KONSEPTUAL

Kinerja proyek manajer, sebagai variable bebas, mempengaruhi variable terikat yaitu kesuksesan dan kinerja tim kerja. Semakin baik kinerja seorang proyek manajer ,maka akan semakin besar peluang untuk meraih kesuksesan tim kerja. Karena proyek manajer sebagai pimpinan dan orang yang memoderatori sebuah tim atau kelompok kerja mempunyai peran penting dalam kesuksesan sebuah proyek. Sebagai contoh peran seorang proyek manajer  yang mempengaruhi langsung kinerja sebuah tim kerja adalah , manajer proyek sebagai orang yang mengkomunikasikan informasi antara anggota tim kerja, selain itu manajer proyek juga  sebagai orang yang menunjukan arah kemana tim kerja ini akan dibawa apakah itu kesuksesan atau kegagalan, hal tersebut tergantung kepada kesuksesan dan kinerja seorang manajer  proye. Kemudian manajer proyek  juga  bertugas  mengumpulkan data dari berbagai sumber daya , yang dimana data yang dikumpulkan tersebut digunakan   untuk   mengambil keputusan manajerial untuk kesuksesan sebuah proyek yang sedang dilaksanakan oleh tim kerja.

Dengan melihat hubungan yang saling mempengaruhi antara kedua variable  tersebut , maka dapat ditarik sebuah diagram skematis yaitu ,

  • Diagram Skematis untuk kerangka teoritis yang terdiri dari dua variable.

Kesuksesan/Kinerja Tim Kerja — Variabel Bebas (Independent Variable)

Kinerja Manajer Proyek — Variabel Terikat (Dependent Variable)

               

II c.     PENGEMBANGAN HIPOTESA

Motivasi yang diberikan oleh manajer proyek secara langsung berpengaruh terhadap kinerja sebuah tim kerja. Terutama dalam menyelesaikan sebuah proyek , kekompakan kerja sebuah tim kerja yang dikendalikan dan diarahkan oleh manajer proyek, manajer proyek menentukan kesuksesan tim kerja tersebut. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku anggota-anggota tim kerja dengan kesuksesan dan keberhasilan tim kerja tersebut (Ntayi, 2005). Kepemimpinan yang ditampilkan oleh seorang manajer proyek dapat mencerminkan kinerjanya dalam menangani sebuah tim kerja didalam proyek yang sedang dijalaninya. Gaya kepemimpinan yang partisipatif adalah kepemimpinan yang melayani tim-nya, agar anggota tim kerja dapat melihat nilai dari keterlibatan mereka dalam proyek tersebut (Leary-Joyce, 2004). Dengan mendapatkan arah yang jelas maka anngota tim kerja akan dapat mengetahui bagaimana cara bekerja yang efektif dan merasakan tantangan yang semakin menggairahkan. Sehingga secara otomatis anggota-anggota tim kerja akan merasakan termotivasi dan dapat meningkatkan kinerja mereka. (Frey, 1997),menjelaskan bahwa di dalam sebuah grup yang tertutup contohnnya seperti tim kerja sementara, motivasi yang besar dari salah satu anggotanya dapat mempengaruhi anggota lainnya dalam grup tersebut. Motivasi tersebut yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek sebagai pimpinan proyek, agar dapat berhasil membuat tim kerja yang sukses.

Hipotesis :

Hipotesis adalah dugaan sementara hasil penelitian yang perlu diuji kebenarannya. Maka dari hubungan antara variabel – variable yang terdapat di rerangka konseptual dan beberapa uraian dalam pengembangan hipotesa, dapat ditarik sebuah hipotesa yaitu :

H1 : Ada hubungan antara kinerja manajer proyek dengan kesuksesan / kinerja  tim kerja.

BAB III

III a.    RISET DESAIN

  1. Tujuan Penelitian

Studi dan penelitian  dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variable , independen dan dependen. Indepedensi antara dua variable yang bersifat kualitatif ini dilakukan dengan pengujian hipotesis. Maka karena itu dengan kata lain studi ini dilakukan untuk menguji korelasi atau hubungan antara dua variable yang diantaranya kinerja manajer proyek sebagai variable bebas, dengan kesuksesan / kinerja tim kerja sebagai variable terikat yang termasuk dalam sebuah hipotesis. Dalam hal ini peneliti akan mencari hubungan antara peran dan kinerja seorang manajer proyek dengan kesuksesan tim kerja. Dalam persaingan global antar perusahaan, sebuah tim kerja yang efektif dan kompak sangatlah dibutuhkan agar dapat menyelesaikan sebuah proyek. Peran seorang manajer proyek tidak lepas dari memberikan motivasi kepada para anggota tim kerjanya, demi kelangsungan dan menyukseskan sebuah proyek.

  1. Jenis Investigasi

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, untuk mencari korelasi/hubungan antara kinerja manajer proyek dengan kesuksesan/kinerja tim kerja. Kedua variable tersebut dianggap memiliki hubungan, maka karena itu untuk menemukan hubungan kedua variable tersebut perlu digunakan studi korelasional (Correlational Study)

.

  1. Unit Analisa

Untuk dapat mengetahui hubungan antara kedua variable yakni kinerja manajer proyek dengan kesuksesan/kinerja tim kerja unit analisis akan dilakukan per individu.

Karena manajer proyek sebagai individu diperkirakan mempengaruhi para anggota tim kerja. Maka karena itu unit analisis adalah Individu.

  1. Data yang digunakan (Horizon Waktu)

Data akan dikumpulkan selama periodik, dan termasuk dalam studi longitudinal. Dengan melihat perkembangan kinerja tim kerja apakah dipengaruhi oleh manajer proyek, sebagai contoh data akan diambil lebih dari satu batas waktu. Kinerja seorang manajer proyek akan dilihat apakah berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan tim kerja dalam sebuah proyek. Dengan mempelajari dan melihat perkembangan perilaku anggota tim kerja pada suatu periode, dan mempelajari bagaimana hubungannya dengan kinerja manajer proyeknya selaku pimpinan tim kerja dalam suatu proyek.

III b.    PENGUKURAN VARIABEL

a. Hipotesis

H1 : Ada hubungan antara kinerja manajer proyek dengan kesuksesan/kinerja

tim kerja.

b. Variabel Diukur

Kinerja Manajer Proyek

Untuk mengumpulkan informasi tersebut, beberapa bagian kuesioner dibuat dan di kembangkan yang terdiri dari beberapa pertanyaan dalam format skala Likert , pertanyaan dengan jawaban pilihan berganda. Pengukuran yang spesifik dan beberapa item yang terpilih dan digunakan untuk mengukur kinerja manajer proyek adalah sebagai berikut,

-          The Dimension of Novelty : Seven of the “Openness to experiences” item in the big 5 factors of personality (Costa & McGrae, 1992).

-          The Dimension of Pace : Eleven items that measures aspects of type of behaviour pattern, based on (Friedmen & Rosenman’s, 1974).

-          The Dimension of Uncertainty : Risk – taking tendencies were choosen for assessing project managers’s attitude toward uncertainty, based on The Choice Dillema Questionnaire (Wallach, Kogan & Bem, 1964)

-          The Dimension of Complexity : Two measures addressed this dimension : the “inventor” personality type in (Jung’s, 1990) typology and the investigative and enterprising personality types according to (Holland’s, 1997) classification of vocational personalities

Kesuksesan/kinerja tim kerja.

Untuk mengukur variable tersebut digunakan kuesioner dengan format skala Likert (Ananya RajaGopal, Team Performance Management.2008). Yang terdiri dari beberapa pertanyaan tentang.

Leadership (skala 1 = Tidak sama sekali ; 7 = Ya )

Time Task Synchronization (skala 1 = sangat lemah ; 5 = sangat bagus)

- Task Distribution (skala 1 = sangat tidak puas ; 7 = sangat puas)

Team Coordination (skala 1 = sangat kurang ; 7 = sangat bagus )

Professional Development (skala 1 = sangat kurang ; 5 = sangat bagus)

III c.    METODE PENGUMPULAN DATA

Adapun cara untuk untuk pengumpulan data adalah sebagai berikut :

-           Angket/Questioner.

Kuesioner merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis. Dengan menggunakan kuesioner data yang dapat dikumpulkan tersebut di jabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dengan tipe kuesioner tertutup, yang artinya sudah tersedia jawabannya, sehingga responden dapat langsung memilih jawaban yang mewakili mereka. Angket akan disebarkan kepada para responden yang dipilih secara acak. Responden yang dipilih diusahakan mewakili seluruh populasi dan identitas responden dari segala segi, baik itu jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan faktor – faktor lainnya yang dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil penelitian.

-           Sampel.

Data dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau  dengan kata lain disebut sampling. Sampel penelitian meliputi sejumlah elemen (responden) yang jumlahnya banyak, dalam buku (J. Supranto, 2006: 239) dimana semakin besar sample (makin besar nilai n = banyaknya elemen sample) akan memberikan hasil yang lebih akurat.

III d. ANALISIS DATA

a. Hipotesis nol dan alternatif

H0 : Tidak ada hubungan antara kinerja manajer proyek dengan kesuksesan/kinerja

tim kerja.

H1 :  Ada hubungan antara kinerja manajer proyek dengan kesuksesan/kinerja

tim kerja.

b. Alat analisa dan Tehnik analisa

Analisis regresi linear sederhana merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan proporsional antara dua variable atau lebih. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis regresi linear sederhana karena, variabel yang diteliti hanya terdiri dari dua variable (satu variabel bebas dan satu variabel terikat). Penulisan analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel X yaitu kinerja manajer proyek mempengaruhi variabel Y yaitu kesuksesan/kinerja tim kerja.

c. Tingkat Signifikansi yang diharapkan

Pada penelitian ini penulis belum terlalu ahli dalam mempastikan tingkat kesalahan yang rendah,karena keterbatasan yang saat ini dimiliki oleh peneliti masih pada tingkatan mahasiswa, maka karena itu tingkat signifikansi yang diinginkan adalah

(ρ = 0,05).

d. Memastikan jika hasil dari analisis komputer menunjukan bahwa tingkat signifikansi terpenuhi.

e. Membandingkan nilai ρ dengan nilai α / Pengambilan keputusan

Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak

Jika thitung < ttabel maka H0 diterima

atau

Jika sig dari r < 0,05 maka Ho ditolak

Jika sig dari r > 0,05 maka Ho diterima

About these ads

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: